Anda Yakin Sudah Siap Menikah?

Menikah bagi kebanyakan wanita seperti memenuhi ketentuan alami kewanitaan. Setiap wanita bermimpi menemukan pendamping suatu hari nanti.
Pernikahan membuat segala janji, cinta, kepercayaan, pemahaman, dan pasangan manusia hidup bahagia bersama-sama. Tapi sebelum Anda memutuskan ingin menikah, simak analisa hal-hal sederhana namun penting ini.

Anda percaya pada lembaga pernikahan

Pernikahan adalah keputusan besar. Harus benar-benar percaya bahwa pernikahan benar-benar akan melengkapi Anda dan pasangan. Ini adalah tujuan akhir hubungan. Jika ini adalah alasan untuk menikah, maka Anda berada di jalur yang tepat.

Anda siap untuk tanggung jawab

Personifikasi tanggung jawab adalah perkawinan - suatu peristiwa yang akan mengubah hidup Anda selamanya. Tanyakan pada diri Anda jika benar-benar siap untuk mengambil begitu banyak tanggung jawab. Apakah Anda siap untuk menjadi seorang istri, teman, nyonya rumah, menantu, koki, bahkan seorang ibu?

Anda telah menerima "kita/kami" bukan "saya"

Menikah memerlukan transisi cepat dari single menjadi kolektif. Semuanya tiba-tiba menjadi "kita", "kami", dan "milik bersama". Anda harus berbagi setiap detail kecil dari hidup Anda dengan pasangan. Anda akan bertanggung jawab untuk pasangan Anda juga setelah menikah.

Anda siap untuk kompromi

Sebuah pernikahan yang kuat dibangun di atas sedikit. Introspeksi apakah Anda bersedia menggeser seluruh dunia Anda untuk dia, mulai dari rumah, pekerjaan, hingga lingkaran teman-teman dan tempat-tempat belanja.
Anda stabil secara finansial

Sebelum menikah, Anda perlu mempertimbangkan semua pro dan kontra dari pernikahan. Di bagian atas daftar, keuangan Anda harus stabil. Anda memiliki pekerjaan yang hebat, gaji besar, dan bos yang paling pengertian. Itu hanya untuk saat ini saja. Bagaimana jika Anda harus berganti pekerjaan? Bagaimana Anda berencana untuk menafkahi keluarga Anda setelah menikah? Tuliskan prioritas Anda.

Anda tidak memiliki beban emosional

Memberikan diri sendiri cukup waktu untuk sembuh sangat diperlukan. Putus, perceraian hanya menghancurkan hidup Anda. Jadi, take it slow. Biarkan waktu bekerja. Hanya ketika telah membuang semua beban emosional, Anda sudah siap menerima hubungan baru yang tidak bias. Pernikahan karena pelampiasan tidak akan berjalan dengan baik. Buatlah komitmen ketika Anda merasa bahagia dan aman dalam hubungan yang baru.

Anda tidak keberatan mengatakan maaf

Semuanya mungkin terasa indah sebelum menikah. Tapi, mengalah dan mengatakan maaf untuk menyelamatkan hubungan sering menjadi masalah antara pasangan. Dalam pernikahan, jauhkan ego Anda.

Anda berjanji untuk setia

Setia adalah rahasia dari pernikahan yang berhasil. Flirting terbuka mungkin sehat dalam batas tertentu, tapi keinginan untuk melihat seseorang bahkan setelah menikah akan menjadi malapetaka dalam hidup Anda.

Anda ingin menikah

Evaluasi alasan Anda untuk menikah. Jangan biarkan sesuatu atau seseorang memaksa Anda untuk menikah. Lupakan hal-hal klise seperti "Anda sudah tua", "jam biologis terus berdetak", dan "sudah waktunya menikah", serta lain-lain. Pernikahan adalah untuk selamanya. Jadi, jangan terjebak oleh komentar-komentar tersebut. Jika Anda sudah merasa menemukan orang yang tepat, menikahlah!

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Related Posts