31 Januari 2012

Alergi Karena Berciuman

Gatal-gatal di tenggorokan setelah berciuman bisa jadi salah satu tanda alergi.
Suatu malam, seorang pria mendapati bibirnya membengkak dan rongga mulut serta tenggorokannya gatal sekali. Saat itu, dia baru saja mengantar pulang pasangannya setelah melewatkan kencan yang hangat dan menyenangkan. Dia pun segera ingat bahwa gejala seperti ini adalah tanda alergi ikan lautnya kambuh, namun karena tidak merasa mengonsumsi ikan laut sebelumnya, maka dia membiarkan saja gangguan itu. Akhirnya sang pria ingat saat kencan tadi, kekasihnya yang menyantap menu ikan laut. Bagaimana bisa kekasihnya yang menyantap namun dirinya timbul alergi pula?
Banyak yang menjawab rasa keheranan ini. Menurut para peneliti ini, walaupun telah menyikat gigi dan berkumur beberapa jam sebelumnya, berciuman dapat menyalurkan zat aktif suatu makanan yang bisa menjadi alergi bagi orang lain. Dalam kasus di atas, pasangan kekasih tersebut mungkin berciuman sesaat setelah salah satu dari mereka menyantap ikan laut.

Alergi ini disebabkan karena saliva (air liur) pasangan masih membawa zat allergen (penyebab alergi) beberapa jam setelah makanan tersebut diserap oleh tubuh mereka. Ketika berciuman, pertukaran air liur tidak bisa dihindari sehingga zat allergen tersebut bisa masuk ke tubuh pasangan lainnya dan menimbulkan reaksi alergi dari dalam tubuhnya.

Tidak hanya ikan laut, alergi karena berciuman ini bisa terjadi pada semua orang yang memiliki alergi pada semua makanan, minuman maupun obat-obatan tertentu. Gejalanya meliputi bibir dan tenggorokan yang membengkak, gatal dan merah-merah, yang terjadi beberapa saat setelah Anda berciuman. Saran para ahli alergi pada pasangan kekasih adalah hindari mengonsumsi makanan allergen selama 16 hingga 24 jam sebelum berciuman dengan pasangan, dan tidak lupa menyikat gigi serta berkumur. Namun dalam beberapa kasus, alergi masih bisa terjadi walaupun sudah 24 jam tidak mengonsumsi zat allergen.

0 Komentar:

Poskan Komentar